Untuk yang berbasis pelabuhan perikanan, programnya telah sejak lama dilakukan. Saat ini, ada 4 pelabuhan perikanan yang berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Sulteng, yakni Pelabuhan Perikanan Labuan Bajo Kabupaten Donggala, Pelabuhan Perikanan Paranggi Kabupaten Parimo, Pelabuhan Perikanan Pagimana Kabupaten Banggai dan Pelabuhan Perikanan Ogotoa Kabupaten Tolitoli.
Untuk wilayah kecamatan pesisir, yang menjadi pilot project adalah Kecamatan Balaesang Tanjung Kabupaten Donggala. Di Kecamatan tersebut, menjadi mitra dan telah menjadi pionernya adalah Forum Kelompok Usaha Bersama (FKUB) Pasoso yang berkedudukan di Desa Malei.
Untuk wilayah kecamatan Kepulauan, yang menjadi pilot projectnya adalah Kecamatan Talatako Kabupaten Tojo Unauna (Touna). Seperti halnya di Balaesang Tanjung, di Touna yang menjadi mitra Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, adalah FKUB Sivia Patuju.
Sedangkan untuk Kecamatan Pedalaman, proses identifikasinya baru akan dilakukan pada 2017 ini. Namun demikian, ada wilayah yang menjadi rancangan Dinas Kelautan dan Perikanan untuk dijadikan pilot project, yakni Kabupaten Sigi dan Kabupaten Poso.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, DR Ir Hasanuddin Atjo, MP, mengatakan pengembangan kawasan yang dilakukan, semuanya berbasis potensi yang ada di daerah tersebut. Katanya, untuk pengembangan berbasis kawasan Pelabuhan Perikanan, yang bakal dilakukan adalah optimalisasi sektor perikanan tangkap, pengolahan dan industrialisasi.
“Perikanan tangkap yang akan dikembangkan di Pelabuhan Perikanan, khususnya untuk komoditi pelagis, baik pelagis kecil seperti katombo, dan tongkol juga pelagis besar seperti tuna,”katanya ditemui akhir pekan kemarin.
Sedangkan untuk kawasan berbasis kecamatan pesisir, yang dikembangkan adalah sektor perikanan tangkap, namun untuk jenis ikan demersal atau ikan bernilai ekonomis tinggi. Juga yang akan dilakukan adalah pengembangan sektor budidaya, baik budidaya di laut mauput perairan umum darat, serta kegiatan konservasi.
“Di Kecamatan Balaesang Tanjung terdapat danau Rano, yang cocok untuk budidaya jenis ikan air tawar. Juga banyak terdapat kawasan yang cocok untuk budidaya rumput laut, serta budidaya bandeng dengan menggunakan keramba tancap atau keramba jaring apung,”katanya lagi.
Kemudian untuk wilayah Kecamatan Kepulauan, yang akan dikembangkan adalah kegiatan budidaya laut, pengolahan juga konservasi. Untuk kecamatan Kepulauan, masyarakat akan diberikan edukasi untuk melakukan kegiatan budidaya udang laut dan bendeng dengan menggunakan keramba tancap.
Dipilihnya kedua komoditi ini, karena selain keadaan alamnya sangat memungkinkan, juga karena hasilnya bisa cepat dinikmati oleh masyarakat. Selain itu, juga tidak sulit untuk mencari pasarnya.
Kata Hasanuddin Atjo, untuk udang, untuk pasar local di Kabupaten Touna, saja masih sangat besar potensinya. Dengan berkembangnya Kabupaten Touna, sebagai salah satu destinasi wisata, maka akan ikut berkembang pula hotel dan homestay. Hal ini, akan memengaruhi meningkatnya permintaan bahan pangan, salah satu yang pasti dicari para pelancong yang datang ke Touna, adalah udang laut.(hnf)
Sumber: Radar Sulteng











