Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, DR Ir Hasanuddin Atjo MP, mengatakan dalam pengetahuannya, Malei merupakan desa yang pertama, mengalokasikan ADD-nya, untuk membiayai kegiatan nelayan.
"Ini bukan hanya sebuah langkah maju, tetapi menjadi bukti dan komitmen warga Balaesang Tanjung, khususnya Desa Malei untuk berubah dan berpikir maju,"kata Hasanuddin Atjo.
Pelatihan nelayan di Desa Malei, digelar di Pondok Pesisir yang kini telah dihibahkan ke pemerintah kecamatan Balaesang Tanjung dari Pemerintah Provinsi Sulteng. Untuk tahap awal, pelatihan nelayan masih dikhusukan bagi penguatan kelembagaan. Ke depannya, pelatihan yang direncanakan akan digelar secara berkesinambungan itu, akan menggelar pelatihan untuk pengolahan dan pengawetan ikan.
Menurut Hasanuddin Atjo lagi, dia berharap agar langkah yang dilakukan Pemerintah Desa Malei bisa dicontoh desa-desa lainnya di Sulteng, khususnya desa yang ada di kawasan pesisir dan kepulauan.
"Alokasinya bukan hanya untuk pelatihan saja, tetapi juga bisa untuk kegiatan lainnya. Misalnya untuk pembuatan fish home atau apartemen ikan,"tandasnya.(hnf)
Sumber: Radar Sulteng











