Dokumen diserahkan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, DR Ir Hasanuddin Atjo MP, kepada Camat Balaesang Tanjung, Masudin, SPd, dalam rangkaian pembukaan pelatihan nelayan, Rabu (1/2).
Menurut Hasanuddin Atjo, dengan adanya master plan, diharapkan akan ada kesamaan pandang atau persepsi semua komponen yang terlibat, dalam membangun dan mengembangkan kecamatan Balaesang Tanjung.
Dokumen master plan yang dibuat Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, berdasarkan hasil riset dan dibiayai oleh APBD Tahun 2016. Melibatkan banyak pihak, termasuk tim konsultan. Dokumen tersebut, merupakan implementasi atau tindaklanjut dari program pengembangan Kelautan dan Perikanan berbasis empat kawasan yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng.
Empat kawasan tersebut, yakni kecamatan pesisir, kecamatan kepulauan, kecamatan pedalaman dan kawasan Pelabuhan Perikanan.
"Kecamatan Pesisir kita pilih Balaesang Tanjung, Kecamatan Kepulauan, di Talatako Touna, kawasan Pelabuhan Perikanan, sudah ada Ogotua, Paranggi dan Pagimana. Untuk Kecamatan Pedalaman, kita rencanakan di Kabupaten Poso dan Sigi,"kata Hasanuddin Atjo.
Master plan sangat penting, sebab menurut Hasanuddin Atjo, pengembangan dan pembangunan harus melalui tahapan perencanaan yang matang serta disesuaikan dengan potensi wilayah, kondisi SDM, infrastruktur dan komponen lainnya. Hal ini dilakukan, agar kegiatan yang dilakukan dan hasilnya bisa terukur serta mendapatkan nilai tambah sebagaimana yang diharapkan.
Dalam pengembangan kawasan, tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonominya saja, tetapi dari juga dari sisi sosialnya. Meningkatnya taraf ekonomi dengan melihat barometer ekonomi, mestinya beriringan dengan naiknya kesadaran sosial masyarakat nelayan.
“Bukan hanya kaya dari sisi ekonomi saja, tetapi nelayan juga harus kaya dari sisi sosialnya. Pendapatan naik, otomatis kesejahteraan membaik, pendidikan anak juga jadi terjamin. Maka kondisi ini, mestinya seiring dengan meningkatnya kesadaran sosial. Lingkungan jadi baik, tidak ada lagi masalah sosial, dan masyarakat kian sadar menjaga kondisi lingkungannya, baik lingkungan di laut, maupun di daratan,”demikian Hasanuddin Atjo.(hnf)
Sumber: Radar Sulteng











