
Peserta sosialisasi Gernas Bulan Cinta Laut 2023, Kamis (6/7/2023) di Kantor Camat Palu Utara, Kota Palu. Foto: DKP Sulteng
Sosialisasi dengan sasaran nelayan teraktivasi dihadiri Nasrulloh dari Direktorat P4K KKP, Kabid PRL DKP Sulteng Muh. Edward, Camat Palu Utara, Kapolsek Palu Utara, DLH Kota Palu Kabid Pengendalian Pencemaran bapak Kristal Malik, penyuluh perikanan, dan 75 orang nelayan.
Kepala DKP Sulteng, Moh Arif Latjuba, menyatakan bahwa Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut memiliki semangat untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ekosistem laut dari pencemaran lingkungan, terutama sampah limbah plastik. Oleh karena itu, konsep dibuat dengan melibatkan para nelayan dan pegiat lingkungan secara masif selama sebulan penuh untuk aktif membersihkan area perairan tempat mereka beraktivitas.
“Jadi, konsep yang dibangun adalah selama satu bulan dalam setahun, nelayan akan mengumpulkan sampah di laut,” ujar Arif Latjuba.
Selama sebulan penuh, nelayan diminta untuk berperan aktif dalam mengambil sampah di laut. Menurutnya, agar pelaksanaan Gernas Bulan Cinta Laut 2023 ini dapat disosialisasikan dengan baik, DKP Provinsi Sulteng bekerja sama dengan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut KKP RI akan memperluas kampanye dan edukasi guna membangun kesadaran bersama dalam mengurangi sampah di laut.
Bahkan, selama pelaksanaan Gernas Bulan Cinta Laut 2023 ini, akan diterapkan konsep sirkular ekonomi. Artinya, setiap sampah yang dikumpulkan akan mendapatkan kompensasi berupa uang atau produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Harga satu kilogram sampah setara dengan harga terendah satu kilogram ikan,” ungkapnya.
Sumber : Teraskabar











