mendorong seluruh elemen untuk meningkatkan pangsa ekspor sektor perikanan di Sulawesi Tengah.
Disamping itu, distibusi keluar daerah juga diminta digenjot sembari mempertimbangkan ketersediaan pasokan dalam daerah.
“Kami mendorong itu, para mitra yang bergerak di sektor perikanan untuk meningkatkan ekspor. Namun, peningkatan ekspor tersebut haruslah terintegrasi dan terkoordinasi di kami agar kami bisa menhimpun data terkait potensi kita disektor perikanan ini,” kata Kepala DKP Sulteng, Moh Arif Latjuba kepada Sulteng Raya, Jumat (15/5/2020).
Terlebih, realisasi ekspor perikanan pada 2019 meningkat dibanding 2018 yang mencapai nilai USD 3.630.475,19. Untuk target capaian nilai ekspor tahun 2020, pihaknya masih akan melihat beberapa penyesuaian.
“Ekspor kan untuk negara lain, disamping itu upayakan untuk memenuhi permintaan daerah lain dan ketersediaan daerah. Paling prioritas dalam dahulu, sebelum kita drop ke luar daerah,” ujarnya menambahkan.
DATANGKAN INVESTOR
Saat ini, kata Arif, DKP Sulteng tengah berupaya menarik investor dalam upaya pengembangan atau peningkatan bidang kelautan dan perikanan di wilayahnya.
Salah satunya, upaya menarik investor pengembangan ekspor ikan tuna langsung dari Sulteng melalui Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala.
“Kami terus memberikan dukungan kepada teman-teman di PPI Donggala. Kami juga berupaya menarik investor agar tuna kita bisa diekspor langsung dari Sulteng. Kalau sudah selesai dokumen-dokumennya terkaitnya, mereka akan ada di PPI Donggala lalu memobilisasi ke bandara untuk eskpor tuna kita,” jelasnya. RHT
Sumber: sultengraya.com











