Hal tersebut dikatakannya dalam acara Semarak Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di lapangan Desa Porame, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, kemarin (11/12).
Pada 2016 tingkat konsumsi ikan masyarakat Provinsi Sulteng cukup tinggi yakni 45 Kg per kapita, di atas konsumsi rerata nasional. Meski demikian konsumsi ikan akan terus digenjot melalui Gemarikan. Karena gizi yang terkandung sangat baik bagi tubuh.
Gubernur menginginkan agar distribusi sumber protein tersebut dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayahnya.
Selain itu Gubernur juga mendorong agar budi daya ikan air tawar terus dikembangkan, di samping menggalakkan konsumsi ikan laut.
Dalam acara Gemarikan kemarin Gubernur menyerahkan bibit ikan air tawar kepada kelompok tani yang ada di Kabupaten Sigi. “Perlu ada intervensi khusus, karena Sigi tidak ada laut. Harus ada strategi khusus yang kita kembangkan. Selain itu ada budi daya ikan air tawar. Kita siapkan bibit sehat dan berkualitas, sehingga masyarakat mudah mendapatkan bibit dan akhirnya mau membudidayakan ikan air tawar. Jika kita bekerja sama, maka saya yakin kebutuhan akan ikan dapat terpenuhi,’’ kata Gubernur Longki.
Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Sulawesi Tengah Hj Zalzulmida A Djanggola mengatakan, jika kita berharap mendapatkan generasi yang sehat dan cerdas, maka kita perlu membiasakan untuk mengkonsumsi sumber protein yang tinggi setiap hari. Itu terdapat pada ikan.
Zalzulmida menjelaskan bahwa kandungan gizi yang terdapat pada ikan sangat dibutuhkan oleh otak, terlebih bagi janin bayi yang tumbuh dalam rahim ibu. Karena ikan memiliki lemak Omega 3 yang baik bagi pertumbuhan sel otak. Selain itu juga baik bagi usia anak-anak bahkan orang dewasa. Karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah darah tinggi, stroke dan penyakit kanker.
“Kita ingin memiliki generasi yang sehat dan cerdas, maka kita harus membiasakan mengkonsumsi ikan, karena Omega 3 sangat dibutuhkan oleh otak, bayi dalam kandungan sangat membutuhkan. Karena penelitian menunjukkan kandungan ikan juga dapat mencegah stroke, kanker dan tekanan darah tinggi,’’ kata Zalzulmida.
Dia mengharapkan Pemerintah Kabupaten Sigi agar dapat memenuhi kebutuhan protein tidak hanya didapatkan dari ikan air tawar. Akan tetapi, menurutnya, Sigi harus mampu mendapatkan protein dari ikan laut. Ia meminta agar dalam prosesnya, ikan laut yang sampai di tangan masyarakat Sigi merupakan ikan yang terjaga kualitasnya.
Karena jarak yang cukup jauh akan berimbas pada kualitas kesegaran ikan. Menurutnya pemerintah kabupaten Sigi harus mengupayakan agak ini, dengan menyediakan cool storage.
Bupati Sigi Mohamad Irwan Lapata menyampaikan terima kasih atas perhatian Gubernur serta ketua Forikan Sulawesi Tengah yang terus mendorong dan berupaya meningkatkan konsumsi ikan di wilayahnya.
Dia mengatakan kesiapannya memenuhi kebutuhan protein dari ikan untuk masyarakat di wilayahnya, meski Kabupaten Sigi tidak memiliki wilayah laut. “Meski Sigi tidak memiliki laut, tapi kami memiliki Danau Lindu, Sungai Lariang, itu semua merupakan modal dalam mengembangkan perikanan. Kami juga memiliki kolam-kolam yang cukup banyak guna membudidayakan ikan air tawar, agar masyarakat gemar mengkonsumsi ikan,’’ kata Irwan.
Irwan juga mengupayakan produksi ikan air tawar agar terus meningkat, sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkannya dan tentu dengan harga yang terjangkau. Salah satunya dengan memberikan bibit ikan yang dipelihara pada areal persawahan. Dan menyebar bibit ikan di lokasi Danau Lindu yang bekerja sama dengan Forikan kabupaten.
Gemarikan berlangsung meriah, karena diramaikan pula oleh siswa Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar se kabupaten Sigi. Mereka memeriahkan gelaran tersebut dengan menampilkan tarian ikan, tarian tersebut secara khusus guna mempopulerkan makan ikan. Tak kurang seribu siswa membawakan tarian itu.
Gerakan yang turut dihadiri oleh Ketua DPRD Sulteng H Aminuddin Ponulele juga menggelar lomba menggambar dan mewarnai, serta lomba memasak yang bahan dasarnya ikan.
Juga ada bazar murah yang menjual ikan dan udang. Bazar tersebut langsung diserbu oleh pengunjung yang mayoritas kaum ibu. Tak butuh waktu lama, hingga akhirnya semua ludes terjual. Pasalnya harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Udang Vanamel dijual Rp25.000 per kilogram dan ikan bandeng (250gr) Rp 5.000 per ekor. (Sumber : Radar sulteng)
-
Teknologi Kolam Udang Vaname Supra Intensif Skala Rakyat
-
Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Moh Arif Latjuba menebar benih ikan nila di kolam pembesaran Lepbuk Ansor di Kota Palu, Jumat (20/3). Penebaran disaksikan Kepala Seksi Perikanan Budidaya DKP Sulteng Budiyanto Somba, beberapa staf bidang budidaya DKP Sulteng, penyuluh lapangan Perikanan Kota Palu, Ramli, dan Ketua PC Ansor Kota Palu Erwin Samangka serta anggota kelompok Lepbuk
-
Sulteng Kaya SDA Perikanan, Perlu Perencanaan Matang dan Aksi Konkret











