Ederyan, SPi, MSi, mengatakan bahwa karang yang ditransplantasikan, telah tumbuh secara optimal. Ketinggian karang yang ditanam, sudah lebih 3 cm. Khususnya lagi lokasi transplantasi yang ada di Kelurahan Buluri Kota Palu, karangnya lebih maksimal lagi tingkat pertumbuhannya.
Ada beberapa indikator dalam menilai keberhasilan program transplantasi. Menurut Ederyan, yang juga tenaga ahli diving Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, yakni melihat tingkat pertumbuhan karang. Selain itu, yang juga dilihat, faktor lingkungan sekitar.
“Di lokasi tempat tranplantasi karang, juga telah dijadikan sebagai habitat beberapa jenis ikan indikator. Setidaknya ada sekitar 5 jenis ikan yang kita dapatkan di lokasi transplantasi,”sebut Ederyan.
Menurut Ederyan, karang yang ditransplantasi, adalah jenis Acropora, yang juga dikenal sebagai karang pioneer dan mudah tumbuh. Selain di Kota Palu, lokasi yang di-Monev adalah yang terletak di Kelurahan Kabonga. Walaupun tingkat keberhasilannya, masih di bawah lokasi yang ada di Buluri, namun secara umum program transplantasi di Kabonga, tingkat keberhasilannya di atas 90 persen.
“Kita juga menggunakan indikator penilaian yang sama dengan yang di lokasi Buluri. Beberapa ikan indikator, juga kita temui di lokasi transplantasi di Kabonga,”katanya.
Monev kata Ederyan, juga akan dilakukan di lokasi-lokasi lainnya. Namun untuk tahap awal, Monev baru difokuskan di lokasi transplantasi yang ada di wilayah perairan Teluk Palu.
Kata Ederyan, bahwa transplantasi terumbu karang mempunyai pengertian sebagai salah satu teknik pelestarian (rehabilitasi) terumbu karang yang semakin terdegradasi dengan teknik pencangkokan. Tujuan Transplantasi pada dasarnya adalah untuk pelestarian ekosistem terumbu karang.
Transplantasi terumbu karang berperan dalam mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak. Atau untuk membangun daerah terumbu karang yang baru yang sebelumnya tidak ada.
Transplantasi terumbu karang juga bertujuan untuk perluasan terumbu karang. Hal itu, merupakan suatu usaha untuk membuat habitat terumbu karang baru atau mengubah habtiat lain di luar habitat terumbu karang menjadi habitat terumbu karang.
“Untuk pengawasan di lokasi transplantasi, kita banyak dibantu oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas),”demikian Ederyan.(hnf)
Sumber: Radar Sulteng











