Kepala DKP mengatakan kendala utama dalam pembangunan perikanan dan kelautan di sulteng yaitu wilayahnya yang sangat luas dan mempunyai 4 WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) Republik Indonesia, sehingga ini membuat sulit mengkoordinasikan masalah yang timbul sehingga terjadinya inflasi. Penyebab utama terjadinya inflasi komoditi perikanan di sulteng yaitu adanya pola distribusi yang lebih mengutamakan supplay keluar sulteng, sehingga ketersediaan stok ikan segar untuk pasar lokal berkurang dan adanya kelangkaan bbm seperti solar dan pertalite.

Menurut Kepala BI, ada beberapa komoditi seperti ikan selar dan cakalang merupakan komoditi yang paling sering mengalami inflasi terutama di kabupaten Toli-toli, sehingga dalam hal ini perlu adanya upaya menanggulangi hal tersebut. Pada pertemuan tersebut muncul gagasan untuk menerapkan dan menguji coba digitalisasi pembayaran di UPTD dan uji coba lebih coollar (sistem pendingin ikan portable lanjut) yang dianggap lebih efisien dan hemat biaya daripada pendingin konvensional yang membutuhkan biaya banyak selama ini.
SUMBER : PPID DISLUTKAN SULTENG











