Melalui kerja sama dengan tenaga ahli Universitas Alkhairat, kajian ini menggunakan basis data lengkap dari sektor hulu hingga hilir, meliputi nelayan, pembudidaya, pengumpul, pedagang, hingga konsumen, serta mencakup informasi mengenai harga ikan, produksi ikan, dan serapan ikan di wilayah tersebut, dan dilakukan secara komprehensif dengan mengacu pada kondisi aktual di lapangan di WPP-RI 713 dan 716.

Data yang dihimpun mencakup kegiatan perikanan tangkap dan budidaya, volume produksi, arus distribusi, harga jual di tingkat pelaku usaha, serta tingkat konsumsi masyarakat. Dengan pelibatan aktor perikanan dari hulu dan hilir, kajian ini diharapkan mampu menggambarkan dinamika logistik ikan secara faktual, termasuk potensi kendala dan peluang pengembangan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan pelaku usaha. Selain memberikan gambaran situasi terkini, kajian ini juga menghasilkan rekomendasi strategis mengenai peningkatan efisiensi logistik melalui Digitalisasi Rantai Pasok dan Sistem Traceability, strategi yang perlu dilakukan diantaranya konsolidasi logistik dan pembangunan cold-chain cluster, pemasaran produk, standarisasi mutu produk serta peningkatan kapasitas SDM yang perlu ditingkatkan. Hasil tersebut selanjutnya akan dijadikan referensi dalam pengambilan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan program pembangunan sektor kelautan dan perikanan serta pengembangan kawasan logistik di wilayah WPP-RI 713 dan 716. Dengan dukungan akademisi dan basis data yang terukur, pemerintah optimistis kajian ini dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan daya saing sektor perikanan, kesejahteraan pelaku usaha, serta ketahanan pangan berbasis ikan di Provinsi Sulawesi Tengah.
Sumber: PPID DISLUTKAN PROV. SULTENG