Selama kegiatan ini berlangsung para peserta mendapatkan materi yang komprehensif mengenai seluruh tahapan budidaya udang vaname. Materi kegiatan yang disampaikan mencakup penanganan benih, teknik perawatan udang dari awal hingga panen, cara melakukan panen secara efektif, serta strategi penanganan hama dan penyakit yang sering menyerang tambak udang. Selain materi, para peserta juga dibekali dengan pengetahuan mengenai budidaya udang secara semi-intensif. Metode ini memungkinkan petani untuk memanfaatkan lahan secara lebih efisien dan menghasilkan produksi udang yang lebih banyak dibandingkan metode tradisional. Dengan demikian para petani dapat meningkatkan keuntungan mereka dan mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki.

Sesi materi terakhir pada sekolah lapang ini adalah, pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pembudidaya udang. Sesi ini sangat penting untuk membantu para petani melegalkan usaha mereka, membuka akses ke permodalan, dan mendapatkan dukungan dari pemerintah, sehingga dapat meningkatkan daya saing produk udang mereka di pasaran domestik maupun pasaran internasional. Kegiatan Sekolah Lapang ini diharapkan dapat menciptakan lebih banyak wirausahawan muda di bidang perikanan, mendorong inovasi, dan menjadikan sektor perikanan baik di Kabupaten Parigi Moutong maupun di seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Tengah semakin maju dan berdaya saing tinggi.











