Dalam pemaparannya, Kepala DKP “Moh.Arif Latjuba, SE.,M.Si” mengatakan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi luar biasa di bidang kelautan dan perikanan baik itu penangkapan maupun budidaya perikanan. Konsep yang diperbincangkan ini adalah bagian dari program strategis Berani Makmur bukan semata-mata tentang kuantitas produksi, tetapi juga mencakup keseluruhan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pembudidaya ikan, udang serta komoditas bernilai ekonomi. DKP Sulteng selalu memberikan bantuan untuk mendorong implementasi teknologi penangkapan ramah lingkungan dan intensifikasi tambak modern sebagai langkah konkrit menuju “Sulteng Makmur”, serta pentingnya kerjasama/kolaborasi lintas sektor termasuk melibatkan pemerintah pusat dan pelaku usaha perikanan lokal serta pelaku usaha perikanan ekspor.

“Dr.Ir. Hasanudin Atjo,MP”, memaparkan perlunya inovasi dalam sistem budidaya perikanan, seperti tambak modular yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga menciptakan banyaknya lapangan pekerjaan dan menambah pendapatan petani daerah pesisir. Untuk mendukung program Berani Makmur melalui Tangkap Banyak, diharapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah bisa merombak sedkit demi sedikit tambak rakyat menjadi tambak industri berbasis teknologi, dengan masuknya teknologi perikanan yang maju dapat meraup keuntungan yang terfokus pada kesejahteraan nelayan pesisir.
“Dr.Ir. Fadly Tantu, M.Si” mengatakan pentingnya penguatan kelembagaan dan kapasitas SDM nelayan serta proses budidaya perikanan. Pihak akademisi siap membantu dan mewujudkan Program Berani Makmur melalui Tangkap Banyak dengan pengetahuan perikanan modern dan cara pengelolaan budidaya perikanan yang sesuai dengan SOP untuk mendukung hasil mutual perikanan yang baik.
Sementara itu Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya “Cahyadi Rasyid, ST.,M.Si” mengatakan Sulawesi Tengah adalah daerah kunci dalam mendukung ketahanan pangan laut nasional, dan pemerintah pusat akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan praktisi untuk terus berkoordinasi dan saling mengikat sehingga program penangkapan banyak ini benar-benar menjadi alat penggerak pertumbuhan eknomi biru.
Dialog ini merupakan upaya edukasi masyarakat sekaligus sebagai motivator atau dorongan nyata agar semua pihak berperan aktif dalam menjalankan program Gubernur untuk mengoptimalkan komoditi perikanan laut (cakalang, tuna, ranjungan dan rumput laut) maupun perikanan tawar (udang vaname), meningkatkan SOP penangkapan ikan yang baik, meningkatkan produksi/budidaya perikanan, dan meningkatkan SDM khususnya nelayan masyarakat pesisir Sulawesi Tengah, sehingga program tersebut dapat meningkatkan nilai hasil perikanan yang menjadi sumber devisa tertinggi dan meningkatkan pendapatan nelayan sesuai dengan harapan Pemerintah Sulawesi Tengah.