“Kami menerapkan sistem school full day, sehingga anak-anak kami disiapkan makan siangnya. Dalam makan siang itu, menunya banyak berbahan baku ikan,”kata Pengelola Yayasan Unggulan Permata Bangsa, Iriyanti SE, ditemui usai menerima kedatangan Ketua Forikan Sulteng, Hj Zalzulmida Djanggola SH CN, pekan kemarin.
Menurut Iriyanti, anak-anak jadi gemar makan ikan, jika menu yang diberikan diolah dengan baik, tampilannya menarik, dan rasanya enak. Bahkan menurut pengakuan beberapa orangtua siswa, ada anak-anak yang awalnya tidak suka makan ikan, tapi karena terus dibiasakan di sekolahnya untuk makan ikan, sekarang jadi gemar makan ikan.
“Intinya, kita memberikan menu yang bervariasi, agar anak-anak tidak cepat bosan. Program kami, dalam seminggu satu kali menunya adalah ayam dan sekali daging. Sisanya menu berbahan baku ikan,”katanya lagi.
Selain itu, ikan yang diolah masih terjamin kesegarannya. Pihak yayasan kata Iriyanti, sudah punya kerjasama dengan beberapa nelayan yang hasil tangkapannya tidak lagi dibawa ke pasar, tapi dijual ke pihak sekolah. Dengan cara itu, tingkat kesegaran ikan masih terjaga. “Kadang anak-anak juga diberi cumi,”ungkapnya.
Dalam mengolah menu, ada tenaga koki khusus yang memang berlatarbelakang pendidikan tata boga. Koki tersebut, banyak mengambil referensi dari internet maupun sumber lain, dalam rangka menambah wawasannya dalam membuat variasi menu berbahan baku ikan.
Iriyanti, mengaku bahwa pihak Dinas Kelautan dan Perikanan, baik Kota Palu maupun Sulteng, belum pernah memberikan pelatihan bagaimana mengolah ikan di sekolahnya.
“Untuk jenis variasi menu, ikan diolah menjadi nugget, sate ikan, bakso ikan, ikan gulai ikan, palumara, ikan bakar, ikan goreng, ikan lada hitam, ikan asam manis dan perkedel berbahan baku ikan teri,”demikian Iriyanti.(hnf)