• Kolam Supra Intensif Skala Rakyat

    Teknologi Kolam Udang Vaname Supra Intensif Skala Rakyat

  • Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Moh Arif Latjuba menebar benih ikan nila di kolam pembesaran Lepbuk Ansor di Kota Palu, Jumat (20/3). Penebaran disaksikan Kepala Seksi Perikanan Budidaya DKP Sulteng Budiyanto Somba, beberapa staf bid

    Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Moh Arif Latjuba menebar benih ikan nila di kolam pembesaran Lepbuk Ansor di Kota Palu, Jumat (20/3). Penebaran disaksikan Kepala Seksi Perikanan Budidaya DKP Sulteng Budiyanto Somba, beberapa staf bidang budidaya DKP Sulteng, penyuluh lapangan Perikanan Kota Palu, Ramli, dan Ketua PC Ansor Kota Palu Erwin Samangka serta anggota kelompok Lepbuk

  • Sulteng Kaya SDA Perikanan, Perlu Perencanaan Matang dan Aksi Konkret

    Sulteng Kaya SDA Perikanan, Perlu Perencanaan Matang dan Aksi Konkret

 
Menurutnya, Sulawesi Tengah saat ini, adalah provinsi yang paling luas di Pulau Sulawesi dengan luas daratan 65.526,72 kilometer persegi dan luas wilayah perairannya sebesar 77.295,90 kilometer persegi.
 
Sementara panjang garis pantai sebesar 6.653,31 kilometer dan memiliki 1.604 pulau. Ditambah lagi berdasarkan estimasi, 38 persen wilayah Pulau Sulawesi berada di Provinsi Sulawesi Tengah.
 
“Namun, besarnya potensi tersebut, tidak saja menjadi peluang tetapi sekaligus tantangan bagi pemerintah maupun stakeholder terkait,” katanya.
 
Lanjut Arif mengatakan, salah satu tantangan itu, adalah semakin maraknya penangkapan ikan secara ilegal atau illegal fishing. Salah satunya dengan cara pengeboman ikan, sehingga bisa merusak laut seperti terumbu karang dan ekosistem dalam laut.
 
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tengah Moh. Arif Latjuba mewakili Gubernur Sulteng secara resmi membuka acara Lokakarya Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Banggai Kepulauan dan Tata Kelola Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Banggai Dalaka, Kamis, 2 Februari 2023. Foto: Istimewa
 
“Jika praktik illegal itu terus dibiarkan, tentu saja akan mengganggu keberadaan, ketersediaan, kesinambungan, dan keanekaragaman sumber daya ikan yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
 
Oleh karena itu, Gubernur Sulteng menyatakan, perlunya upaya yang serius untuk melakukan pengelolaan dan pelestarian sumber daya kelautan dan perikanan yang lebih efektif dan efisien.
 
“Saya berharap, ke depannya pemerintah bisa berkolaborasi dengan semua pihak dalam rangka keberlanjutan program nyata di lapangan. Tidak hanya berhenti sampai di lokakarya saja,” harapnya.
 
 
Kolaborasi itu, tambah Gubernur, menjadi sangat penting agar dapat sejalan dengan visi gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan lebih maju.
 
Gubernur Sulteng, kata Arif, juga berharap kegiatan ini dapat menginspirasi stakeholder lainnya. Dan, kepada seluruh peserta lokakarya, agar bisa memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya dan bisa berkolaborasi dan bersinergi dalam rangka melindungi, melestarikan, dan menjaga laut.
 
“Semua itu demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Bumi Trikora, Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.
 
Sumber : Kumparan.com
 
 
 
 

MAKLUMAT

NILAI SKM

ALUR PELAYANAN SLO KAPAL PERIKANAN

Alur Pelayanan

BAGAN ALUR BPKP

MEKANISME PERIZINAN TANGKAP

MEKANISME PERIZINAN BUDIDAYA DAN P2HP

MEKANISME PERIZINAN PRL