“Supaya (pangan) tetap terjaga mutunya sehingga cita rasa tetap sama begitu juga dengan kesegarannya,” kata Profesor Sastia Prama Putri Borman tentang manfaat Metabolomik kepada Gubernur Rusdy Mastura di ruang kerja gubernur, Kamis (27/10). Profesor Sastia bersama Tim Osaka University yaitu, Profesor Fukusaki dan Ms. Yumiko Imanishi.
Peneliti diaspora ini di hadapan Gubernur Rusdy Mastura didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H. Moh. Arif Latjuba, Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Farida Lamarauna, dan Tenaga Ahli Gubernur Ridha Saleh, melanjutkan bahwa proses penurunan kualitas pangan dapat dipantau secara real time dengan metabolomik untuk dilakukan pencegahan.
Sementara Professor Eiichiro Fukusaki selaku pionir Metabolomik mengharap fasilitasi gubernur untuk meneliti komoditi pangan dan hortikultura Sulteng seperti udang, ikan, coklat, kelapa dan lainnya.
Atas permintaan itu, Gubernur Sulteng menyambut baik dan berharap transfer teknologi dari Jepang untuk mengelola komoditi Sulteng agar tahan lama saat diekspor.
Terlebih lagi kata gubernur, Sulteng adalah pengekspor gurita dan ikan tuna terbanyak ke Negeri Sakura.
Sumber : (bid/palueskper)