Peneliti diaspora ini di hadapan Gubernur Rusdy Mastura didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan H. Moh. Arif Latjuba, Plt Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Farida Lamarauna, dan Tenaga Ahli Gubernur Ridha Saleh, melanjutkan bahwa proses penurunan kualitas pangan dapat dipantau secara real time dengan metabolomik untuk dilakukan pencegahan.
Sementara Professor Eiichiro Fukusaki selaku pionir Metabolomik mengharap fasilitasi gubernur untuk meneliti komoditi pangan dan hortikultura Sulteng seperti udang, ikan, coklat, kelapa dan lainnya.

Atas permintaan itu, Gubernur Sulteng menyambut baik dan berharap transfer teknologi dari Jepang untuk mengelola komoditi Sulteng agar tahan lama saat diekspor.
Terlebih lagi kata gubernur, Sulteng adalah pengekspor gurita dan ikan tuna terbanyak ke Negeri Sakura.
“Saya minta kerja sama (Universitas Osaka) bagaimana bisa mengawetkan komoditi-komoditi ekspor kami dengan teknologi ini,” harap gubernur untuk meningkatkan mutu ekspor Sulteng.
Di kesempatan itu, gubernur juga menawarkan peluang riset biodiversitas ke Universitas Osaka dengan metode kawin silang untuk menghasilkan bibit kelapa unggul, sapi unggul, coklat dan srikaya tanpa biji.
Sumber : (Abi) Palu Poso











