Meski begitu, Dislutkan memperketat pola pengelolaan, agar tidak memberikan dampak buruk pada lingkungan.
“Tapi dengan pola tambak insentop, pola sekarang itu sudah sangat kecil kemungkinan untuk banyak membabat hutan bakao, karena mereka itu ada satu kilo meter ke daratan. Karena pola budidaya intensif sekarang itu lebih banyak keramah lingkungan dari sisi tidak membabat,” katanya.
Moh. Arif menekankan, pihaknya mengutamakan, bagaimana upaya pengusaha juga menyiapkan lahan untuk membuka tambak, khususnya untuk lahan pembuangan limbah.
“Lahan untuk instalasi pembuangan limbah Itu tetap dijaga, karena untuk menjaga keberlanjutan. itu konsep-konsep yang kemudian dengan hasil itu tentunya punya daya saing dan bisa dipasarkan ke internasional,” tandasnya. bagaimana upaya pengusaha juga menyiapkan lahan untuk membuka tambak, khususnya untuk lahan pembuangan limbah.(Sumber :channelsulawesi)