dari bahan dasar ikan tanpa bahan pengawet. Hasil makanan olahan itu kemudian dipasarkan ke masyarakat.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba melalui Kepala Seksi Penerapan Mutu UPT Penerapan Mutu Hasil Perikanan DKP Sulteng, Sunnerta Anai, mengatakan di tengah pandemi COVID-19, DKP Sulteng membuat makanan olahan yang berbahan dasar ikan.
Makanan olahan yang dihasilkan DKP dibuat dengan bahan-bahan alami dan sehat sehingga aman untuk dikonsumsi. “Aman dikonsumsi anak-anak maupun orang dewasa,” kata Sunnerta, Rabu (22/4).
Pembuatan makanan olahan ini kata Sunnerta, sudah lama dimulai oleh DKP Sulawesi Tengah melalui pelatihan UMKM. Dalam pelatihan tersebut dijelaskan cara pengolahan makanan olahan yang sehat, menggunakan bahan alami dan tahan lama.
“Bebas dari pengawet, menggunakan hasil laut yang segar dan diolah dengan bahan alami dan sayuran yang juga dalam keadaan segar,” ujarnya.
Sunnerta menambahkan, hasil makanan olahan DKP Sulteng seperti nuget, bakso ikan dan lainnya bisa bertahan satu bulan selama berada di lemari pendingin.
Ketika dipasarkan kepada masyarakat, DKP Sulteng juga menyampaikan sosialsiasi tentang pemilihan ikan yang segar, makanan olahan yang aman dan tanpa pengawet, serta pembuatan makanan olahan sendiri di rumah.
“Jadi tidak hanya sekadar kami buat dan pasarkan, tetapi juga kami sekaligus sosialisasi gemar makan ikan, memilih hasil laut yang segar serta mengelola makanan olahan hasil laut yang aman dan tidak menggunakan bahan pengawet,” katanya.
Di tengah pandemi COVID-19 ini tambahnya, Sunnerta mengimbau kepada masyarakat agar teliti dalam memilih makanan olahan yang bersih dan sehat di pasar tradisional. Pastikan makanan olahan hasil laut yang tidak mengandung bahan pengawet.
“Kita kan tidak tahu pengolahannya seperti apa, tempat pengolahannya seperti apa sehingga masyarakat harus cerdas dalam memilih makanan olahan yang sehat dan aman untuk kesehatan," ujarnya.
Sumber: kuparan.com/redaksi-palu-poso