"Inflasi Mei 2015 mencapai 2,24 persen, tertinggi di antara 82 kota di Indonesia. Penyebabnya adalah kenaikan harga ikan segar sampai 40-an persen," kata Asisten Bidang Perekonomian Setdaprov Sulteng Bunga Elim Somba di Palu, Senin. Saat diminta tanggapannya terhadap upaya Pemprov Sulteng menekan laju inflasi yang sangat tinggi di ibu kota Sulteng ini, Elim mengatakan langkah penting yang akan diambil adalah mengatur dan menjaga distribusi ikan. Pengamanan itu dilakukan agar pasokan ke Kota Palu lebih banyak dan lancar, baik dari pantai barat (Selat Makassar dan Laut Sulawesi) maupun dari pantai timur (Teluk Tomini). Menurut Elim, produksi ikan pelagis yang masuk Kota Palu sejak sebulan terakhir memang sangat menurun, karena hasil tangkapan nelayan yang berkurang, terutama di Selat Makassar. Salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca yang kurang mendukung. Namun, katanya, bila distribusi ikan bisa diimbangi dengan produksi dari Teluk Tomini, maka harga ikan dalam bulan Juni ini diharapkan akan menurun, dan inflasi bisa ditekan. Ia juga mengaku khawatir akan terjadi lagi penurunan produksi selama Juni karena memasuki bulan puasa. Seperti biasanya, pada pekan-pekan pertama bulan Ramadhan, bahkan sepekan sebelum puasa tiba, para nelayan juga menurunkan frekuensi turun ke laut. "Karena itu gubernur sudah memanggil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan dan Kepala Dinas Perhubungan untuk menjaga pasokan ikan ke Kota Palu agar bisa ditingkatkan dari berbagai sumber dengan jaminan transportasi yang lancar," ujarnya. Menurut Elim, banyaknya jalan nasional yang sedang ditingkatkan sehingga terjadi `buka-tutup` jalur saat kontraktor bekerja, ikut mempengaruhi kelancaran distribusi ikan dan bahan pokok lainnya. Karena itu, Dinas Perhubungan diharapkan mengatur kelancaran pengangkutan ikan dan bahan pokok lainnya, dengan memaksimalkan waktu-waktu pembukaan jalan di lokasi-lokasi pekerjaan yang sedang berlangsung. Kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan pengawasan yang intensif bahkan menggelar operasi pasar bila diperlukan, sedangkan para distributor dan pedagang bahan pokok diminta menjaga stabilitas stok dan harga serta tidak melakukan tindakan-tindakan spekulatif untuk mencari keuntungan pribadi. Hingga pekan pertama Juni 2015, harga-harga bahan pokok di Kota Palu umumnya masioh stabil, kalaupun ada kenaikan harga, itu masih dalam tingkat yang wajar. Elim Somba mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja secara berlebihan untuk kebutuhan Ramadhan dan lebaran, karena pemerintah akan berupaya keras menjaga stabilitas persediaan dan harga-harga agar tidak memberatkan masyarakat, khususnya yang menjalankan ibadah puasa dan merayakan Lebaran. (skd) /Editor: Santoso/ COPYRIGHT © 2015