DKP Sulteng Berdayakan Penyintas Melalui Budidaya Ikan Air Tawar

Cetak

Sebagian kolam ikan di wilayah itu kering karena permukaan air tanah (water table) turun.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat inovasi kolam percontohan hemat air, yaitu dengan membuat kolam tanah yang dilapisi plastik di atasnya dilengkapi kincir mini.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng, Hasanuddin Atjo, Jumat (5/7) mengatakan, intervensi inovasi teknologi kolam percontohan ini diharap bisa kembali meningkatkan produksi dan ketersediaan ikan hasil budidaya air tawar di Kabupaten Sigi, sekaligus meningkatkan pendapatan petambak.

 
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulteng Dr Hasanuddin Atjo, saat berjabat tangan dengan salah seorang penyintas bencana Sigi yang tergabung dalam kelompok Budidaya Ikan Air Tawar di Kabupaten Sigi. Foto: Istimewa

 

Hasanuddin Atjo mengatakan, kolam percontohan serupa akan dibuat di hunian tetap atau huntap para penyintas korban bencana 28 September 2018. Pada tahap awal ini katanya, ada 3 kelompok yang akan disiapkan untuk dibina, dengan harapan nantinya mereka akan membudidayakan ikan nila dan mas. Namun untuk langkah awal ini lebih difokuskan pada pengembangan budidaya ikan Nila karena penggemar ikan jenis ini dianggap lebih banyak.

“Kolamnya sudah ada, tinggal dirapikan kemudian dilapisi terpal orchid (ex Korea). Daya tahan terpal ini 3 hingga 4 tahun,” ujarnya.

 Kepada PaluPoso, Hasanuddin Atjo menunjukkan kolam percontohan tersebut yang menggunakan kincir mini. Harapannya, pertama masyarakat lainnya bisa melihat dan belajar. Kedua, program bantuan lainnya bisa mencontoh, dan ketiga, lembaga keuangan dapat mempertimbangkan sebagai peluang bisnis pascabencana.
 
Sumber: Kumparan.com/PaluPoso