Pileg 2019, Berkarakter Milenial lebih Berpeluang

Cetak

Karakter Milenial
Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum, KPU pusat bahwa daftar pemilih tetap, DPT 2019 di dominasi oleh generasi melenial yaitu sebesar 54,39 persen berbanding non melenial 45,61 persen. Detail klasifikasi DPT itu adalah usia < 20 tahun sebanyak 17.501.278 orang; 21 - 30 tahun sebanyak 42.843.792 orang; 31 - 40 tahun 43.407.156; 41 - 50 tahun 37.525.537 orang; 51-60 tahun 26.890.997 orang dan usia > 60 tahun sebanyak 22.601.569 orang. Dari dua generasi ini, maka ada yang disebut generasi intercept ( irisan) yang terdiri atas dua kelompok yaitu pertama umur biologisnya tidak lagi mudah (generasi X) namun karakternya mengikuti melenial (generasi Y ), dan kedua umur biologisnya melenial namun karakternya mengikuti non melenial (generasi X). Prosentase generasi intercept ini relatif kecil, namun harus dikelola sebagai sebuah potensi untuk kepentingan yang lebih baik.


Figur yang diinginkan
Dari survey kecil yang dilakukan melalui media Google Form memberikan informasi bahwa generasi melenial menginginkan figur yang update, adaptif, inovatif, tegas dan demokratis. Ini bermakna bahwa usia bukan lagi menjadi pembeda, tetapi karakter atau gaya berpikir dan bertindak menjadi salah satu faktor penentu kemenangan. Update dan adaptif lebih kepada orientasi tuntutan kekinian seperti kemampuan menyesuaikan terhadap perubahan-perubahan yang begitu cepat yang menjadi ciri kelompok dominan yaitu generasi Y dan Z; inovatif lebih kepada berpikir cerdas, cepat bertindak tepat dan efisien menggunakan sejumlah instrumen terkini; sedangkan tegas dan demokratis lebih terkait dengan kepemimpinan.
Berdasarkan data dan informasi yang telah dikemukakan, maka bacaleg dalam pileg 2019 sudah dapat menyusun skenario dan strategi agar dapat memenangkan pertandingan. Cara-cara lama tentunya sudah tidak sesuai lagi dengan tuntutan. Generasi intercept khususnya kelompok usia melenial tapi karakter non melenial juga sudah harus menyesuaikan agar yang terpilih adalah yang terbaik demi sebuah perubahan dan kemajuan.

 

Dr. Ir. Hasanuddin Atjo, MP
Wakil Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia