Di mana DKP Sulteng mempunyai pengolahan bandeng bebas duri (Baberi) yang dengan melibatkan puluhan warga sekitar. Menurut Direktur Logistik Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sadullah Muhdi, Sulteng sebagai pionir sistem logistik ikan secara nasional. Itu ridak bisa terbantahkan, sebab, perlakuannya mulai dari hulu ke hilir, telah menggunakan sistem rantai pendingin. Sehingga kemanfaatan nilai gizinya tetap terpelihara bagus hingga ke konsumen.
“Kita optimis dimulai dari Provinsi Sulteng melalui Dinas Keluatan dan Perikanan, luar biasa inovasi ini dan akan ditularkan virus positif ini secara nasional,” ujar Direktur Sadullah kepada sejumlah wartawan di halaman kantor DKP Sulteng, Rabu (24/1/2018).
Pihaknya mengaku optimis bahwa inovasi dan metode yang dilakukan DKP Sulteng akan dijadikan model untuk pangan pokok. Dilihat dari berbagai aspek, pengolahan pangan protein ini dengan menggunakan sistem rantai pendingin, dianggap sangat strategis. DKP Sulteng mampu memanfaatkan momentum ini.
“Kebetulan bandeng ini sudah ditetapkan sebagai salah satu pangan pokok dan momentumnya saat ini sangat tepat karena pemerintah sedang konsern terhadap peningkatan gizi masyarakat,” katanya.
Direktur Sadullah berharap, metode yang dilakukan oleh DKP Sulteng ini juga dinilai langkah terobosan yang telah memotong mata rantai distribusi dalam upaya keterjangkauan secara fisik, mudah diperoleh dan terjangkau secara ekonomi.
Sumber: Mercusuar











