Sebagai ungkapan kegembiraannya, saat memberikan sambutan, terhitung Samsuri mengucapkan kata “Luar Biasa” hingga mencapai tujuh kali.
“Luar Biasa, saya tidak membayangkan akan seperti ini. Terima kasih untuk Pemprov yang telah memilih Poso sebagai lokasi pilot project. Terima kasih atas bantuan bibit, pendampingan pembuatan konstruksi dan yang tidak kalah pentingnya, bantuan teknologinya,”kata Samsuri dalam sambutannya saat panen perdana, Senin kemarin (15/5).
Melihat prospek dari program tersebut, Samsuri mengaku bahwa Pemkab Poso akan mendukung sepenuhnya program mina padi. Dia berharap, agar daerah lain dapat mencontek keberhasilan yang telah diraih oleh Pokdakan di Desa Lape. Diharapkan pula, agar mina padi dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Poso yang memiliki sumber daya air yang melimpah.
“Tapi bagi daerah yang memiliki kesulitan agak tinggi, tidak perlu memaksakan diri,”kata Samsuri ditemui usai panen.
Demplot Pilot Project Mina Padi di Lape, diharapkan dapat menjadi tempat belajar bagi petani yang ingin mengadopsi program mina padi tersebut. Pengembangan budidaya ikan, sesuai dengan visi-misi Pemkab Poso, yakni mengembangkan usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Juga sesuai dengan arah pembangunan di sektor perikanan, yakni menjadikan Poso sebagai salah satu sentral produksi ikan air tawar.
"Lape, merupakan desa pertama yang menjadi kawasan pertanian yang berintegrasi dengan program budidaya ikan. Keberhasilan program ini, saya harapkan bisa menjadi motivasi bagi petani lain, untuk bisa mencontek atau mengadopsi untuk diterapkan di lahannya,”katanya.
Setelah melakukan seremoni panen, Wakil Bupati serta seluruh undangan, langsung mencicipi ikan yang dipanen, dalam bentuk ikan bakar dan olahan lainnya. Makan siang langsung digelar di atas pematang. Warga yang ada di sekitar lokasi panen, juga diundang untuk turut menikmati ikan yang dipanen.(hnf)
Sumber : Radar Sulteng