Informasi ini disampaikan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bone Bolango, Ir Syaiful Umar MMP, ditemui saat mengunjungi kolam supra intensif di Kelurahan Mamboro, akhir pekan kemarin. Syaiful Umar saat itu, mendampingi 7 anggota DPRD Bone Bolango yang melakukan studi komparatif, terkait budidaya air payau.
"Tahun ini, sudah kita alokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan kolam budidaya udang supra intensif di daerah kami. Kunjungan ini, juga terkait rencana tersebut,"katanya.
Dia mengharapkan, agar Dinas Kelautan dan Perikanan Sulteng, khususnya lagi Kepala Dinas, DR Ir Hasanuddin Atjo MP, bisa menjadi tim pendamping atau tenaga teknis. Pembangunan konstruksi kolam, harus direalisasikan tahun ini, karena anggarannya sudah teralokasi dalam APBD 2017.
Untuk mematangkan rencana replikasi teknologi Supra Intensif, Dinas Perikanan Kabupaten Bone Bolango, siap untuk memagangkan pegawainya. Nantinya pegawai yang dimagangkan tersebut, akan menjadi operator, yang mengawasi operasionalisasi kolam supra intensif.
Sementara itu, terkait studi komparatif anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango, juga dalam rangka penyusunan Perda Budidaya Air Payau dan Laut.
Ketua rombongan Panitia Kerja (Panja) DPRD Kabupaten Bone Bolango, Amran Mustafa, mengatakan selain Sulawesi Tengah, dua daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Takalar dan Maros, telah dikunjungi oleh Panja DPRD Kabupaten Bone Bolango.
"Daerah yang kita kunjungi ini, dikenal karena keunggulannya dalam kegiatan budidaya air payau dan laut. Untuk Sulteng atau Palu, kita ingin lihat langsung teknologi supra intensif,"katanya.
Selain Palu, Panja DPRD yang didampingi pegawai Dinas Perikanan, juga akan mengunjungi kolam supra intensif yang ada di Kampal Kabupaten Parimo. Juga akan mengunjungi Pelabuhan Perikanan di Donggala.
Terkait rencana Dinas Perikanan Kabupaten Bone Bolango yang akan membangun kolam supra intensif, kalangan dewan sangat mendukung. Salah satu bentuk dukungan itu, dengan diloloskannya anggaran pembangunan kolam supra intensif tahun ini.
Menurut Amran Mustafa, bahwa Kabupaten Bone Bolango, merupakan daerah pesisir namun tidak memiliki kawasan mangrove. Teknologi supra intensif, dalam mendukung kegiatan budidaya udang, dianggap cocok untuk diterapkan di Bone Bolango. Diharapkan pula, jika Dinas Perikanan berhasil menerapkan teknologi tersebut, bisa menjadi edukasi bagi masyarakat.
“Harapan kita, agar masyarakat juga bisa mereplikasi teknologi ini, dalam rangka mengembangkan budidaya udang di Bone Bolango,”demikian Amran Mustafa.(hnf)
Sumber : Radar Sulteng